Thursday, October 6, 2011

Anda Sedang Marah? Baca Dulu ini!

Control Your Anger

Amsal 29:11
Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Apakah Anda pernah berada dalam suasana yang mengarah pada pertengkaran dengan rekan, pasangan atau siapa pun? Anda bicara cukup keras, dia juga begitu dan suasana semakin memanas. Kata-kata yang tidak mengenakkan diluncurkan kepada satu sama lain, dan tiba-tiba suara telepon berbunyi. Sesungguhnya Anda sedang benar-benar marah saat itu, tapi tiba-tiba Anda menjawab telepon dengan suara normal, "Halo?" Saat itu Anda memilih untuk mengontrol amarah. Mengapa? Karena Anda pikir itu saat yang tepat untuk tidak menunjukkan amarah.

Apa maksud ilustrasi di atas? Kita memiliki banyak kontrol atas kemarahan daripada yang kita pikir dapat dilakukan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan kita dapat mencari cara untuk mengontrolnya. Alkitab mengatakan, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Artinya, kita dapat mengontrol amarah dengan pertolongan Allah. Jadi kita bisa berhenti mencari alasan dan mulai menerima tanggung jawab atas reaksi Anda sendiri. Amsal 29:11, "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya." Daripada melampiaskannya, kita diminta untuk meredakannya. Hal ini menunjuk kepada kemauan, sesuatu yang kita pilih untuk dilakukan. Jika masih tidak mengerti, pahami ini: Menjadi marah adalah sebuah pilihan, seperti setiap emosi lainnya.

Anda dapat mengontrol amarah dengan pertolongan Allah, jangan hanya mengandalkan kekuatan Anda.
Ingat! Mood anda dapat mempengaruhi lingkungan sekitar anda. ANda bahagia, marah, sedih, anda sendiri yang menentukannya.

Jadi? masihkah anda marah ingin hari ini?

First Love Never Die

Embun pagi masih merayapi batang daun yang hijau, matahari bersembunyi di balik awan. Namun aku sudah berdiri menatap langit yang masih putih. Hari ini terasa aneh bagiku, biasanya saat ini aku masih terlelap di atas tempat tiduku. Tapi karena mata tak bisa terpejam, memaksaku untuk mencari udara segar, menghilangkan rasa gelisah yang selalu menderaku.

Aku gelisah karena rindu. Rindu akan rumah, rindu pada keluarga di kampung, terutama rindu padanya. Aku kuliah di kota dan meninggalkan mereka di sana. Ingin sekali aku berjumpa dengannya. Dia yang telah mengisi relung hatiku selama tiga tahun.

Diatas atap kost aku duduk santai sambil menikmati cuaca dingin di pagi hari. Di mana orang-orang masih enggan melepas mimpi indah, apalagi ini ‘kan baru pukul empat, mana ada yang terjaga sepertiku.
Dengan ditemani cappuccino hangat aku terhanyut dalam khayalan yang berisi kenanganku bersamanya. Orang yang pertama kali singgah di hatiku dan mungkin akan menjadi yang terakhir. Dia empat tahun lebih tua dariku. Kami bertemu saat aku masih duduk di bangku SMA. Awalnya aku tak ada rasa dengannya, tapi karena kami sering berjumpa membuat rasa ini muncul.

Dua tahun sudah aku menjalani masa menjadi anak kost. Seorang anak kost yang dituntut untuk menjadi mandiri..
Tepat pada tanggal 15Agustus 2011, aku kembali ke kota kelahiranku. Orang yang pertama kalinya bertemu denganku setibanya di Bandara Polonia Medan adalah dia.. Dia yang sudah mengisi hari hariku..
Awalnya aku cukup marah padanya karna telat menjemput. Tapi amarah itu hilang seketika karna aku sudah bertemu denganmu. Rasanya pengen nangis karna tidak menyangka bisa ketemu dia lagi. Pengen aku memeluk dan mencium dia tapi ada sedikit rasa malu di tengah keramaian yang mengurungkan niatku..
Ahhhh,,,,akhirnya bias ketemu dia juga setelah sekian lama memendam rindu..

****
Besok paginya kami melanjutkan perjalanan ke kampong dimana orangtuaku tinggal. Setibanya di rumah aku belum mendapati orangtuaku,hanya adikku..
Awalnya aku pengen marah karna mereka tidak menunggu aku di rumah. Tapi setelah berpikir yang positif nya aku pun maklum..
**
Orangtua ku pun dating. Aku langsung memeluk mereka tidak menyangka sudah bertatap mata dengan mereka..

Disana pun aku masih sempat melanjutkan lesku yang sempat aku jalani di tempat kuliahku..Aku gak bias menyangka sebegitu perhatiannya pacarku samaku..Dia mengantarkan aku ke Medan pulang balik dan menunggui aku selama 4jam saat les.Andai aku di suruh gitu,aku belum tentu mau. Karna itu sangatlah membosankan..
Tapi dia mau menungguku berjam-jam…hmhmhmmmm aku salut dengan pengorbanannya..
Setelah pulang les,dia juga mengajakku jalan-jalan dan selalu menemaniku untuk menghabiskan hari-hari.. Aku makin saying sama dia..

*******
Tak terasa sudah sebulan aku berada diantara orang orang yang kusayangi.. Tiba saatnya aku untuk balik ke kota tempat ku menuntut ilmu..
Di balik raut muka orangtuaku terlintas kekecewaan karna harus berpisah lagi dengan aku anaknya.. Tapi mereka mampu menutupi itu semua hanya karna mereka ingin melihatku menjadi orang sukses…
Ya,,,,sukses itu adalah hak ku…

Kekasihku lah yang mengantarku ke bandara.. Awalnya dia tidak mengizinkan aku untuk pergi lagi. Tapi karna banyak pertimbangan akhirnya dia merelakan..
Dia sempat menangis ketika ingin berpisah denganku. Aku sudah berusaha menahan air mata dihadapannya agar aku tidak terlihat lemah. Tapi ternyata aku gak sanggup..berderailah air mataku…
Tapi panggilan penumpang pesawat pun sudah berkumandang.. Detik detik saat aku akan meninggalkannya. Aku berusaha untuk tegar..Tak lupa aku memberikan semangat untuknya..Akhirnya aku pun masuk ke dalam pesawat…

Di dalam pesawat aku tak kuat menahan air mataku..Sesak rasanya meninggalkan mereka lagi..Ya,,,dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan….

Aku tau dia sangat terpukul dengan kepergianku..Begitu juga aku….
Tetap jalani hidup dengan semangat dan senyuman ya saying…Aku mencintai km…Tunggu kepulanganku berikutnya…


Mamak,,Bapak,,,, Adek adekku,, Kakakku,,, aku rindu kalian semua..
Jangan lupa berdoa untukku ya…Aku sayang kalian semua..

Love u all..
Miss u so much

Berharap kala harapan itu tiada

Pernah Anda merasa Tuhan tidak menjawab doa Anda?

Anda telah berdoa sungguh-sungguh, bepuasa, dan menjaga hati agar Tuhan menyelesaikan masalah Anda, tapi apa yang Anda harapkan tidak terjadi, bahkan sebaliknya yang tidak diharapkan yang terjadi dalam kehidupan Anda.

Ada seseorang yang berdoa agar pernikahannya dipulihkan, dia berdoa sungguh-sungguh, tapi yang terjadi kehidupan pernikahannya ber...tambah buruk bahkan berakhir perceraiaan.

Atau Anda sedang mengalami masa kritis berpacaran, dan berdoa berharap hubungan Anda dan kekasih dipulihkan. Tapi yang terjadi Anda malah ditinggalkan.

Anda memohon agar perusahaan Anda diberkati, tapi justru Anda bangkrut dan perusahaan Anda ditutup.

Anda seolah berkata “Kenapa kau lakukan hal ini dalam hidupku Tuhan? Bukankah aku telah berdoa, memohon dan meminta kepada-Mu? Mengapa justru hal buruk yang terjadi dalam hidupku?”

Satu hal, pada saat Anda mengalami masa-masa sulit, Anda akan menjadi orang yang lebih bijak dalam menyikapi masalah. Yang paling penting adalah Anda harus melanjutkan hidup Anda, dan melepaskan rasa sakit dimasa lalu. Jangan terlalu meratapi masa lalu Anda, sehingga Anda tidak melihat terdapat kesempatan-kesempatan emas lainnya yang menghampiri Anda. Jika sebuah pintu tertutup dan Anda terus-menerus melihat pintu tersebut, maka Anda tidak akan menyadari ada pintu-pintu lain yang sedang dibukakan bagi Anda.

Dan pada saat Anda menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, hal-hal baik lainnya akan Tuhan datangkan tepat pada waktunya.

Anda dapat membaca kisah Raja Daud di Alkitab, ketika bayi Daud sakit dan hampr mati, Daud berdoa siang dan malam, tidak mau makan dan minum, tidak mandi dan bercukur, tidak menghadiri pertemuan apapun. Daud tidak melakukan apa-apa selain berdoa memohon kepada Tuhan agar anaknya disembuhkan. Tapi apa yang terjadi? Anaknya tetap mati.

Anda mungkin berpikir setelah mengetahui anaknya mati, Daud akan kecewa dan pahit hati kepada Tuhan. Tapi yang dilakukan Daud ketika mengetahui anaknya mati, dia justru langsung mencuci wajahnya dan mengenakan pakaian baru dan melanjutkan kehidupannya.

Jadi ketika hal-hal terjadi diluar keinginan Anda, jangan menjadi pahit hati, jangan mempertanyakan Tuhan. Belajarlah seperti yang dilakukan Daud, cuci wajah Anda dan lanjutkan kehidupan Anda. Bersiaplah untuk hal-hal baru yang telah Tuhan siapkan untuk Anda.

Ave Maria !!!