Friday, April 29, 2011

Sepotong Kisah di Masa Transisi

sejauh apa aku dapat berlari dari mu, ketika dulu ku coba pergi..
ntah knapa sesuatu menarik ku kmbali…
dalam diam ku di tanah nun jauh itu,aku tetap menjadikanmu inspirasi dalam goresan mata pena ini.
lalu ku masuki dunia yang benar benar baru, sebuah masa yang ku sebut transisi..karena ratusan hari di masa itu adalah aku yang terkatung katung mencari jati diri.


Ku temukan sesuatu di sana, sesuatu yang membuat ku merasa sungguh beruntung bisa berada di tempat itu,tempat yang selalu penuh perjuangan menuggu hari hari mati.
Ku katakan pada dunia saat itu, bahwa aku, dan teman” masa transisi ku, kami adalah 0rang orang terpanggil,dan orang orang pilihan.
dimasa itu aku dan teman” masa transisi ku tak mengenal apa yang di sebut orang bernama waktu, kami berjibaku dalam lautan ilmu,meski lelah meradang, meski bosan menyiksa,kami berpantang surut memenuhi otak otak kami dengan cairan” ilmu.
tak ada ampunan bagi orang orang gagal seperti kami,tapi meski kami pernah mengecap gagal, kami juga menerima sebuah kesempatan lagi yang di anugrahkan Tuhan.
berbilang malam kami lewati dengan tangis,karena kami terlanjur memilih hari hari tak menentu itu untuk tiba di hari hari yang pasti dimana cita cita benar benar menjadi hak milik kami seutuhnya


kini hari hari di masa transisi itu telah lama kami lewati, menjadi kenangan di dalam sepotong kisah kami di masa lalu.tapi kami takkan lupa, tak kan pernah…
masa itu tetap milik kami,dunia transisi itu pun adalah dunia kami yang telah kami simpan dalam lembar biru memori kami
dan..
kini ku kembali..melihat sketsamu lagi, bercerita bahwa ku pernah ada di sebuah masa yang mungkin takkan pernah kau kenal dalam perjalanan panjangmu..

No comments:

Post a Comment