Tuesday, July 12, 2011

Mencintai dari kekurangannya

Kita ingin di perhatikan sama pasangan kita…
Kita ingin di manja dengan pasangan kita…
Kita ingin mendapat kejutan kejutan atau pemberian kecil dari pacar kita…
Atau mungkin ada hal lain yang kita butuhkan?
Misalnya ketika kita butuh dia untuk menemani kita, tetapi dia tidak ada..gimana dong?

Putra adalah lelaki sederhana…
Uang jajannya cuma 10 ribu rupiah dalam satu hari…
itu termasuk bensin motornya dan makan siangnya…
Dia adalah seorang mahasiswa yang biasa ….

Putra punya seorang pacar yang bernama Putri…
mereka telah lumayan lama pacaran…
Putri seorang cewek yang tertutup…
ingin dimanja, diperhatikan, dan suka sama kejutan kecil…

Putra itu hanyalah seorang cowok biasa..
yang gak romantis sedikit pun, gak sabaran, dan gak punya apa apa…

Ketika Putri minta tolong sama Putra untuk mengantarnya ke tempat kerjanya..
Seringkali Putra gak bisa nolongin…
Dan itu membuat Putri sedikit kecewa….
Begitu juga dengan kejutan kejutan kecil yang selalu diidam idamkan Putri dari pacarnya itu, jarang sekali ia dapatkan.
Putra juga jarang menelefon Putri disela sela pekerjaannya, dan kadang membuat Putri merasa bahwa pacarnya kurang perhatian sama nya.

Tapi, sebenarnya jauh di dalam hati Putra..
dia ingin sekali membahagiakan pacarnya itu..
memberi surprise kecil, mengantar atau menjemput Putri pergi atau sepulang kerja, menelefon Putri di sela sela kesibukannya, atau memanjakannya.

Tapi bagaimana mungkin..
ketika Anda hanya memiliki uang 10 ribu…
apakah itu cukup, untuk menelfon atau sms pasangan anda?
termasuk menjemput dia kerja atau mengantarnya kerja,memberi dia kejutan kecil,dan mungkin mengajaknya refreshing ke suatu tempat…?
apakah kita mau berbagi dengan kekurangan seperti itu?

Putra ingin sekali membahagiakan dan memanjakan Putri…
tapi apa mungkin itu semua dilakukan tanpa Materi?
kalaulah mungkin, apakah cukup dengan uang 10 ribu sehari?
Kalau kita di posisi Putra, apakah kita mampu?

Putra kadang menangis, karena gak bisa bahagiakan Putri…
dia mencoba melengkapi Putri dengan kekurangannya…
dia mencoba memperhatikan Putri dengan kekurangannya…
dia tetap pengen kasih perhatian sama sang Putri dengan segala kekurangannya…

Cinta butuh materi…
Bukannya matrealistis, tapi realistis…
Mungkin sang Putri kadang berpikir seperti itu…

Tetapi kembali pada kenyataanya, REALITA yang ada ialah sang Putra yang serba kekurangan.
Apakah sang Putri mau, menghadapi REALITA itu…yaitu kekurangan dari seorang Putra?

No comments:

Post a Comment